Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/immanuel/public_html/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/immanuel/public_html/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198
Materi 47 : Etos Kerja PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Nicole   

Materi ke - 47

Pokok Bahasan          : Kapita Selekta

Sub Pokok Bahasan  : Etos Kerja

Standard kompetensi : Kompetensi Dasar :

  • Mampu memahami alasan perlunya mewujudkan Etos Kerja.
  • Mampu mendasari Etos Kerja berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah.
  • Mampu menghadapi tantangan dalam masyarakat untuk mewujudkan Etos Kerja yang baik.

Referensi Alkitab :

Kejadian 2 : 15; Kejadian 3 : 17;  2 Tesalonika 1 : 11 ;  Kejadian 23 : 25;  Yohanes 5 : 17;  Filipi 1 : 22a;   I Korintus 16 : 16; Kisah Para Rasul 20 : 35; Yakobus 4 : 17.

 

ETOS KERJA

 

PENGANTAR

Mengapa kita perlu membahas Etos Kerja ? Karena bekerja merupakan suatu panggilan dalam kehidupan manusia sehingga ia harus bekerja efektif dan berkualitas.

Suatu fenomena yang hakiki di dalam diri kita adalah bahwa kita diciptakan Allah dengan tugas utama untuk mengusahakan dan memelihara kehidupan kita dalam lingkungan alam semesta ini yang diciptakan Allah bagi kita. Oleh karena itu kita diperlengkapi dengan nalar dan pengetahuan untuk dapat memahami apa tujuan hidup kita dalam bekerja di dunia ini. Melalui nalar dan pengetahuan kita akan merasakan nilai-nilai dalam diri kita dan oleh nilai-nilai yang ada di dalam diri kita itu, kita mencari dan menemukan kiat-kiat untuk mengubah dan memperbaharui sifat-sifat karakter kita atau pun sifat-sifat kepribadian kita yang tidak baik menjadi mengikuti kehendak TUHAN.

Nilai-nilai yang baik di dalam diri kita ini akan menghantar kita untuk bekerja dan berbisnis dengan ketulusan, kejujuran, dan profesional untuk memperoleh keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupan kita, yaitu yang dikenal dengan istilah Etos Kerja.

Dasar pembentukan ETOS KERJA.

Semangat Etos Kerja menjadi pola kerja orang-orang Protestan di Eropa dan Amerika Serikat dan Kanada sejak mereka percaya kepada TUHAN Yesus Kristus dan kepada pengajaran-Nya dari Injil Keselamatan.

Injil Keselamatan TUHAN Yesus memberikan kepada orang-orang Kristen inspirasi untuk hidup mengikuti ajaran Injil ini.

Mereka menjadikan ajaran Injil ini dasar kehidupan mereka dalam bekerja di instansi-instansi pemerintah, industri, pertanian dan perkebunan, berbisnis dan usaha-usaha mandiri lainnya, termasuk dalam pergaulan di antara mereka di dalam kehidupan berkelompok. Ajaran Injil Keselamatan Kristus ini telah mengubah karakter setiap orang Kristen untuk memahami dan memberlakukan kehidupan bermasyarakat yang terbuka (transparan) dan jujur dan tulus dan profesional dalam berbisnis seorang dengan yang lain untuk saling berbuahkan kesuksesan yang dapat dinikmati oleh semua orang.

Semangat Etos Kerja ini telah menjadi dasar pembentukan karakter bangsa Eropa dan Amerika Serikat dan Kanada dan melalui kerjasama antar bangsa- bangsa, nilai-nilai etos kerja dalam bekerja dan berbisnis diajarkan mereka kepada bangsa-bangsa ini.

Apabila secara konsisten bangsa-bangsa ini memberlakukan dan melakukan semangat Etos Kerja ini dalam kehidupan mereka berbisnis,maka keberhasilan dan kesuksesan untuk melepaskan kehidupan bermasyarakat dari kemiskinan dapat mereka peroleh, seperti yang kita amati dari perkembangan ekonomi dan sosial bangsa Jepang, bangsa negara-negara Commonwealth dan belakangan ini bangsa Cina.

Semangat Etos Kerja ini telah mengubah peta kemiskinan kehidupan masyarakat di dunia ini, dimana di wilayah-wilayah Eropa, Amerika Serikat dan Kanada menjadi masyarakat yang berhasil mencapai tingkat kehidupan masyarakat secara merata dalam keamanan dan kesejahtera ekonomi dan sosial yang tinggi dibandingkan dengan perkembangan kesejahteraan kehidupan masyarakat dari bangsa-bangsa lainnya, seperti di Asia dan Afrika dan negara-negara Amerika Latin.

Nilai-nilai yang baik dalam Etos Kerja ini di peroleh dari kebenaran nilai-nilai rohani yang tertulis dalam Alkitab jika dengan taat kita melakukannya dalam kita berkarya:

  1. Bekerja adalah anugerah dari TUHAN. Kejadian 2: 15 “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
  2. Bekerja adalah perintah Allah Kejadian 3 : 17 “Lalu firmanNya kepada manusia itu : “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon,yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezeki dari tanah seumur hidupmu”.
  3. Bekerja adalah panggilan Allah. 2 Tesalonika 1 : 11 “ Karena itu kami senantiasa juga berdoa untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu”.
  4. Bekerja adalah ibadah kepada Allah. Kejadian 23 : 25 “ Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allah-mu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minummu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah tengahmu”.
  5. Bekerja adalah mengaktualisasikan semangat dan disiplin diri. Yohanes 5 : 17 “Tetapi Ia berkata kepada mereka : Bapaku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga”.
  6. Bekerja adalah mengembangkan kreativitas. Filipi 1 : 22 a “ Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.
  7. Bekerja adalah mengaktualisasikan ketaatan, ketekunan dan kehormatan. 1 Korintus 16 : 16 : “ Karena itu taatilah orang-orang yang demikian dan setiap orang yang turut bekerja dan berjerih payah”.
  8. Bekerja adalah pelayanan dengan kerendahan hati dan penuh kasih. Kisah Para Rasul 20: 35 “ Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang orang yang lemah dan harus mengingat perkataan TUHAN Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan : Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima”.

Tantangan mewujudkan Etos Kerja

Nilai-nilai kerja yang baik dari Etos Kerja ini akan selalu diperhadapkan dengan nilai-nilai kerja yang tidak baik yang berkembang dalam lingkungan kita di mana pun kita bekerja dan bergaul.

Nilai-nilai kerja yang tidak baik akan menyebabkan semangat Etos Kerja terpuruk, yang disebabkan oleh niat dan kesempatan untuk memuaskan hawa nafsu keinginan hati yang serakah, sehingga dalam lingkungan kerja berkembang kecenderungan yang tidak baik seperti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN ).

Istilah-istilah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN) tidak asing bagi kita yang sering kita baca dari media cetak maupun dari media elektronik ataupun dalam percakapan kita sehari-hari tentang seorang pejabat, seorang direktur, seorang menteri divonis menjadi terdakwa dalam sebuah kasus proyek yang berindikasi KKN.

Istilah Korupsi adalah tindakan pidana kriminal seseorang yang memiliki kesempatan untuk memperkaya kerjanya mengikuti dirinya dengan manipulasi hasil keinginan hatinya.

Seseorang yang melakukan tindakan pidana korupsi lazimnya berwewenang membuat keputusan-keputusan untuk melaksanakan suatu proyek dengan kesempatan memperkaya dirinya dengan perbuatan yang tidak baik, yaitu : me “mark-up”, nilai proyek tersebut.

Tindakan pidana korupsi itu terjadi karena ada niat yang mendorong seseorang untuk melakukan korupsi dan baginya tersedia kesempatan atau peluang untuk melakukannya.

Meskipun ada niat yang mendorong tetapi tidak ada kesempatan atau sebaliknya bila tidak ada niat yang mendorong tetapi ada kesempatan maka tidak akan terjadi tindak pidana korupsi oleh pegawai di dalam perusahaan.

Hati nurani seseorang yang dirasuki oleh niat untuk melakukan tindakan pidana korupsi disebabkan oleh :

1. Keserakahan.

Efesus 4 : 19 “Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran”.

2. Kesempatan atau peluang yang tersedia.

Roma 7 : 8 “Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan didalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.”

Disamping itu tindakan pidana korupsi juga dapat terjadi karena seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan kehidupannya dengan jumlah gaji yang diterimanya,maka sebagai protes ia akan bertindak bermalas-malasan dan ia  akan mencuri jam kerja untuk kerja sambilan.

Dampak dari tindakan pidana korupsi di semua negara akan mengakibatkan terpuruknya kehidupan ekonomi sosial masyarakat, turunnya kesejahteraan masyarakat dan meningkatnya jumlah penduduk miskin di negara tersebut, seperti yang terjadi di Somalia.

Bekerja di perusahaan, instansi pemerintahan maupun swasta kita akan ditantang untuk bekerja dengan nilai-nilai yang baik, yaitu Etos Kerja atau kita cenderung untuk bekerja dengan nilai-nilai yang tidak baik yaitu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Oleh karena itu untuk memelihara nilai-nilai yang baik di dalam diri kita melalui Etos Kerja kita, maka kita harus merenungkan dan menghayati serta melakukannya dengan baik (Yakobus 4 : 17).

Nasihat Rasul Paulus dalam Roma 12 : 2 demikian “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna “.

Metode pengajaran :

  • Class room dengan cara membaca bergilir oleh para katekisan.
  • Naskah pelajaran katekisasi ini diselingi dengan tanya jawab dan penjelasan.

Daftar Bacaan Buku.

  1. Jansen H. Sinamo, 8 Etos Kerja dalam bisnis, PT Spirit Mahardika, 2005.
  2. Drs R. Dyatmiko Soemodihardjo,SH. M.Hum, Mencegah dan memberantas Korupsi Mencermati Dinamikanya di Indonesia, Prestasi Pustaka Publisher, tahun 2008.
  3. Boesono Soedarso, Latar belakang sejarah dan kultural korupsi di Indonesia. Penerbit Universitas Indonesia Tahun 2009.-
 
Baner
Hakcipta © 2014 .. Semua Hak Dilindungi.
Joomla! adalah perangkat lunak gratis yang dirilis dibawah lisensi GNU/GPL.