Home Info Tentang Pembinaan Katekisasi GPIB Alkitab Materi 4 : Sejarah Penulisan dan Penyusunan Alkitab
Materi 4 : Sejarah Penulisan dan Penyusunan Alkitab PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Nicole   

Materi ke – 4

Pokok Bahasan             : Alkitab

Sub pokok bahasan        : Sejarah penulisan dan penyusunan Alkitab


SEJARAH PENULISAN DAN PENYUSUNAN ALKITAB


Pendahuluan

Alkitab yang kita pegang sekarang adalah buku orang Kristen yang berintikan Firman Allah. Firman Allah yang menjelaskan tentang 2 sisi yaitu 1. Tentang Allah dan kebenaran-Nya. 2. Tentang manusia dan keberadaannya. Allah dan kebenaran-Nya serta manusia dan keberadaannya coba dipaparkan oleh Alkitab dalam berbagai peristiwa yang terjadi dalam kaitan dengan bangsa Israel dan dalam kaitan dengan karya penyelamatan Yesus Kristus. Peristiwa-peristiwa yang terjadi ini berada dalam batasan waktu.

Peristiwa peristiwa itu terungkap dalam 66 kitab besar – kecil, ke 66 kitab ini dibagi lagi menurut isinya yaitu 39 kitab Perjanjian Lama (PL : Taurat, Kitab Sejarah, Kitab Nabi–nabi) dan 27 kitab Perjanjian Baru (4 Kitab Injil, Kisah Para Rasul, Surat-surat). Pembagian menjadi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dilihat dalam fokus percakapan tentang Tuhan Yesus Kristus yang adalah Firman Allah menjadi manusia. Perjanjian Lama banyak berbicara tentang karya Allah yang mempersiapkan kedatangan Yesus Kristus melalui bangsa Israel. Hal ini dapat dilihat dalam ayat – ayat yang berbicara tentang nubuatan tentang Yesus Kristus (misalnya : Kejadian, Yesaya, Mikha, Zakharia). Sedangkan Perjanjian Baru berceritera tentang karya-karya langsung Yesus Kristus dan karya-karya Yesus melalui para murid-Nya, hal ini dapat dibaca secara jelas dalam 4 kitab Injil dan Kisah Para Rasul.

Setiap kitab dari Alkitab mempunyai berita dan ceritera dengan latar belakang dan waktu tertentu, setiap kitab menceriterakan tentang Allah dan kebenaran-Nya serta manusia dan keberadaannya dalam waktu tertentu dan di tempat tertentu, atau dengan kata lain Allah dan dan kebenaran-Nya serta manusia dan keberadaannya terjadi dalam sejarah.

Pelajaran katekisasi saat ini membawa supaya kita dapat memahami isi berita dalam setiap kitab dengan benar, oleh sebab itu kita perlu mengetahui tentang bagaimana penulisan Alkitab dan bagaimana Alkitab bisa memiliki susunan kitab seperti sekarang ini.


Sejarah Penulisan Alkitab

Allah dan Kebenaran-Nya serta manusia dan keberadaannya disampaikan secara lisan melalui manusia-manusia dan terjadi dalam peristiwa-peristiwa nyata kemanusiaan dalam lingkup bangsa Israel dari generasi yang satu ke generasi yang lain. Dalam perjalanan waktu, pernyataan lisan itu kemudian ditulis oleh orang-orang yang dipakai secara khusus oleh Allah. Dan ini terungkap dalam naskah-naskah yang ditemukan. naskah yang berbicara tentang peristiwa dalam perjanjian lama dan perjanjian baru .

Penyampaian berita secara lisan, membuat penangkapan / penyerapan berita menjadi tidak sama, akibatnya muncullah berbagai versi ceritera Alkitab, yang berdampak pada penulisan Alkitab (contoh : Kejadian 1 : 1 - 24 & Kejadian 2 : 5 - 25). Berdasarkan perjalanan waktu yang panjang, maka disadari bahwa naskah asli telah lama rusak dan semuanya sudah musnah, hal ini disebabkan karena naskah asli itu ditulis di atas papirus yang gampang rusak. Tetapi dalam perjalanan waktu naskah asli Alkitab ini telah disalin. Dan salinan ini sudah sangat lama, salinan salinan tua dari kitab – kitab Alkitab.

Berbicara tentang salinan salinan tua dari kitab = kitab Alkitab, pada abad ke 2 sebelum masehi, para cendekiawan Yahudi (yakni yang disebut para Masoret ) telah mencocokan dengan sangat teliti berbagai salinan yang ada pada waktu itu. hasil pekerjaan para masoret mencocokkan itu ialah suatu naskah yang lazim disebut ‘naskah masoret’. Menurut keyakinan para masoret, naskah masoret yang paling cocok dengan naskah-naskah asli. Salinan-salinan ‘naskah Masoret’ itu telah ditemukan pula tertulis diatas perkamen yang berasal dari tahun 916 sesudah Masehi. Salinan itulah yang diterima dan yang dipakai sebagai dasar atau naskah induk untuk terbitan kitab-kitab Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani dan untuk terjemahan-terjemahan Alkitab.

Naskah-naskah PL yang masih ada dan menjadi dasar naskah sekarang berasal dari abad ke 6. Naskah-naskah itu terbukti hanya sedikit berbeda dengan naskah dari tahun 250 Sebelum Masehi (misalnya Dekalog) yang ditemukan tahun 1948 di Qumran. Dalam perkembangan sejarah dunia,  tahun 1948, ditemukanlah dekat laut mati di gua Qumran dan Muraba’at di tanah Palestina naskah tulisan tangan dari perjanjian lama yang tertulis di atas papirus dan kulit. Naskah tulisan tangan itu berasal dari abad ke 2 Sebelum Masehi. Jadi 1000 tahun lebih tua dari pada naskah-naskah perkamen yang tertua yang telah ditemukan sampai sekarang ini dan setelah diselidiki, ternyata bahwa tulisan-tulisan, yang termuat dalam gulungan-gulungan papyrus dan perkamen itu, banyak sekali yang cocok dengan naskah Masoret, dan dengan demikian semakin diteguhkanlah kebenaran naskah masoret.

Sejak abad ke 4 Sesudah Masehi dipergunakanlah perkamen sebagai bahan untuk menulis, tetapi sebelum itu orang menggunakan papirus. Perkamen lebih awet dari pada papirus. Perkamen adalah kulit binatang yang sudah diolah, makanya dapat tahan lama berabad-abad lamanya. tetapi papirus dari hati batang papirus. Papyrus adalah tumbuh-tumbuhan sebagai teberau atau gelagah, yang banyak tumbuh di dekat sungai Nil di Mesir. Papirus tidak dapat tahan berlama-lama.

Naskah tulisan asli Perjanjian Baru disebut juga áutoghapha’ sudah tidak ada lagi. Tetapi kita mempunyai banyak salinannya, ada 4100 salinan yang sudah tua. Salinan tertua yang tertulis di atas perkamen. Misalnya naskah yang disebut codex Vaticanus, codex Sinnaiticus (2 codex ini merupakan seluruh naskah seluruh Alkitab dari abad ke 4), codex Alexandrinus (disusun oleh ahli dari Alexandria Mesir sebelum tahun 200 (karena papirus 52 diadakan kurang lebih pada tahun 125 dan papirus 66 kurang lebih pada tahun 200, naskah salinan ini pendek dan paling dekat dengan teks asli kitab PB) berasal dari abad ke 4.

Naskah pada papyrus yang ditemukan kembali dan berasal dari abad 1 dan abad yang ke 2 membenarkan naskah-naskah abad ke 4 dan abad ke 5. Gulungan papirus yang ditemukan dan yang berbicara mengenai perjanjian lama ternyata juga dalam gulungan itu berisi Perjanjian Baru. Kitab Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani. tahun 250 – 130 sebelum Masehi kitab ini diterjemahkan oleh 72 orang Yahudi (70 = septuaginta) ke dalam bahasa Yunani. Kecuali kitab Ezra dan Daniel yang sebagiannya ditulis dalam bahasa Aram. Perjanjian baru pada umumnya ditulis dalam bahasa Yunani umum / Yunani koine


Sejarah Penyusunan Alkitab

Alkitab yang kita pakai sekarang ini adalah Alkitab yang berisi kitab – kitab kanonik artinya kitab – kitab yang diakui sebagai kitab – kitab yang berisi Firman Allah. Tersusunnya Alkitab menjadi bentuk sekarang ini merupakan satu proses panjang dan membutuhkan waktu yang lama serta merupakan pergumulan banyak orang. Kitab-kitab dalam PL yang diakui sebagai kitab-kitab yang berisi Firman Allah ini, dihimpun oleh orang orang Yahudi dan kitab-kitab dalam PB dikumpulkan oleh orang – orang Kristen mula – mula selama abad pertama hingga abad ke-3. Pada zaman Perjanjian Lama (mulai zaman Musa) orang-orang Yahudi menggunakan 2 macam cara utama untuk memutuskan apakah kitab benar–benar adalah tulisan yang suci.

  1. Apakah kitab itu ditulis oleh seorang Nabi atau seorang yang mempunyai karunia bernubuat.
  2. Cara penerimaan dan pengunaan PL oleh bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi memandang bahwa PL adalah kitab suci.

Proses pembentukan kanon Perjanjian Baru dilihat dalam kaitan dengan para rasul. Orang yang telah hidup dengan Kristus dan yang telah melihat Kristus dan yang telah berbicara dengan Kristus sesudah kebangkitan-Nya, mempunyai wewenang dan kekuatan yang unik. Agar sebuah kitab dalam PB bisa dipandang asli betul harus diakui oleh anggota gereja mula-mula sebagai benar-benar rasuli, agar dianggap rasuli, maka harus ditulis langsung oleh rasul atau yang bertalian erat dengan para rasul.

Daftar kitab Perjanjian Lama ditetapkan di Yamnia:  pada tahun 100. Dan daftar kitab Perjanjian Baru ditetapkan pada tahun 400.

Penterjemahan PB, sebagian atau seluruhnya, sudah dimulai pada abad ke 2 Sesudah Masehi, dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Latin (Vetera Antiqua), naskah ini disebut vulgata dan kemudian menjadi terjemahan resmi.


Daftar bacaan buku :

  1. Ensiklopedia Gereja I, II, A.Heuken SJ
  2. Apakah Alkitab benar, David Robert ord & Robert. B Coote
  3. Dapatkah Alkitab dipercaya, Fritz Ridenour
  4. Aku percaya, J. Verkuyl
  5. Pemahaman Iman GPIB
  6. Materi bina penatua diaken 2007 - 2012



========

Situs terkait  : Sejarah Alkitab Indonesia

Sejarah Penerjemahan Alkitab Dalam Bahasa Melayu/Indonesia

Lihat video   : Overview of the Bible

 
Baner
Hakcipta © 2014 .. Semua Hak Dilindungi.
Joomla! adalah perangkat lunak gratis yang dirilis dibawah lisensi GNU/GPL.