Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/immanuel/public_html/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/immanuel/public_html/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198
f. Orang Tua Tunggal PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Nicole   

AKTA GEREJA GPIB TENTANG KELUARGA

ORANG TUA TUNGGAL


1. Pengertian

Yang di maksud dengan istilah Orang Tua Tunggal adalah :

1.1.   Laki-laki atau perempuan dewasa yang seorang diri saja memikul tanggungjawab utama mengasuh dan membesarkan anak,

1.2.   Tejadinya karena (yang lazim / umum) :

(a)   Kelahiran anak di luar nikah, mengadopsi anak, bercerai dari pasangan hidup.

(b)  Yang luar biasa

(c)  Seorang perempuan lajang membeli benih sperma laki-laki ke kandungannya sendiri, atau laki-laki lajang menyewa rahim wanita tanpa di ikat dalam hubungan perkawinan,

(d)   Gejala ini muncul pada pria homoseks atau wanita lesbian yang ingin punya anak dari benihnya sendiri menggunakan bank sperma dan teknologi genetika.

 

2. Kesimpulan

2.1.   Kesepian, kurangnya persekutuan antara orang tua tunggal dengan anak-anaknya.

2.2.   Anak-anak kurang mendapat perlindungan dan bimbingan dari orang tua tunggalnya, sang anak mengalami kesulitan dalam hal kedisiplinan, kehilangan rasa aman dalam diri anak karena kurang penilikkan dan pengawasan dari orang tua tunggal.

2.3.   Sekalipun hal yang luar biasa disebutkan di atas belum lazim dilakukan di Indonesia, namun tak dapat dielakkan dalam suatu dunia yang makin maju terbuka dengan berbagai kemungkinan baru, hal itu dapat terjadi. Untuk itu :

(a)   Perlu dipikirkan dampak psikis bagi wanita yang menyewakan rahimnya, dan psikis anak itu sendiri,

(b)  Bagaimana gereja menjalankan tugas dan fungsinya memberi penjelasan dan pemahaman teologis kepada warganya tentang perkawinan, keluarga dan hakikat penciptaan Allah,

(c)  Perlu pemahaman teologi tentang boleh tidaknya seseorang mempunyai anak tanpa terikat dalam perkawinan sah.

 

3. Prinsip Penyelesaian

3.1.   GPIB menolak segala yang bertentangan dengan hakikat penciptaan Allah dan keluhuran perkawinan Kristen (Kejadian 1:26-2:27; 18:28, Imamat 18:13, Efesus 5:22-23).

3.2.   Mempunyai anak bukan dengan suami / istri sendiri dalam sebuah lembaga perkawinan adalah perzinahan (Kejadian 1:26-28, Keluaran 20:14; 14:17, Matius 5:26-30).

3.3.   Khusus bagi orang tua tunggal dan anak-anaknya karena cerai (mati atau hidup), adopsi dan yang lahir di luar perkawinan yang sah :

(a)    Mereka harus di sambut dalam jemaat secara terbuka dengan petunjuk Alkitab dilakukan berbagai pendampingan,

(b)   Jaminan persekutuan jemaat bagi perlindungan dan rasa aman (dalam kegiatan diakonia)

(c)   Menyatukan diri dalam keluarga luas (Mazmur 68:5-6), mengandalkan Tuhan (Yeremia 49:11, Mazmur 118:8-9)

(d)  Bantuan pendidikan dan latihan keterampilan bagi anak-anak tersebut untuk masa depan mereka yang lebih baik

 

4. Petunjuk Pelaksanaan

4.1.   Menolong warga memahami hakikat dirinya sebagai ciptaan Allah, pembinaan penciptaan keluarga yang wajar dan menjauhkan diri dari berbagai sindrom sosial yang negatif.

4.2.   Gereja perlu penjelasan secara rinci penilaian dan penyelenggaraan medis dalam penanggulangan psikosis, pendekatan hukum terhadap status Orang Tua Tunggal dan anak-anaknya.

 
Baner
Hakcipta © 2014 .. Semua Hak Dilindungi.
Joomla! adalah perangkat lunak gratis yang dirilis dibawah lisensi GNU/GPL.