Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/immanuel/public_html/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/immanuel/public_html/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198
a. AIDS PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Nicole   

AKTA GEREJA TENTANG GEREJA DAN MASYARAKAT

AIDS (perlu penetapan dalam Persidangan Sinode)

 

1. Pendahuluan

AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrome) yakni kumpulan gejala dan tanda penyakit yang terinfeksi oleh HIV (Human Immune Deficiency Virus) yang sangat merusak kekebalan tubuh, sehingga tubuh tak dapat mempertahankan diri terhadap serangan kuman penyakit. Penyakit ini baru ditemukan pada abad XX dan sudah menjadi keprihatinan dunia, penularannya melalui 3 (tiga) cara :

1.1. Seksual (melalui hubungan kelamin).

1.2. Paranteral (melalui alat tusuk / suntikan dan transfusi darah).

1.3. Parinatal (melalui ibu hamil yang mengidap HIV kepada bayinya).

 

2. Masalah

2.1. Belum ditemukan obat penyembuh AIDS maupun vaksin bagi kekebalan terhadap HIV.

2.2. Konsentrasi pandemi AIDS bila mencapai puncaknya akan merupakan malapetaka : keresahan sosial, kemelaratan, disintegrasi sosial dan kehancuran aspirasi serta ekonomi.

2.3. Orang yang tertular Virus HIV tidak terlihat sakit, gejala AIDS baru nampak setelah ± 5 tahun kemudian.

 

3. Kesimpulan

3.1. Dalam program nasional AIDS, sektor agama mempunyai peran penting dan menentukan antara lain dalam kegiatan pencegahan :

(a) Non Biomedik :

(i) Pengendalian perilaku seksual berisiko ketularan / menularkan HIV,

(ii) Memperkuat perilaku seksual yang baik, sesuai dengan ajaran agama,

(iii) Merubah perilaku seksual berisiko menjadi tidak berisiko,

(iv) Mengatasi dampak negatif HIV/AIDS

(v) Mencegah reaksi negatif  IPOLEKSOSBUD,

(vi) Mencegah berkembangnya lingkungan sosial budaya dan ekonomi yang permisif terhadap perilaku seksual berisiko dan pornografi,

(vii) Mengembangkan budaya malu dan idealisme yang merupakan pembendung budaya permisif seks serta kecenderungan lebih mementingkan kenikmatan sesaat.

(b) Biomedik :

(i) Penyuluhan kesehatan, penyebaran informasi dan pelaksanaan komunikasi tentang HIV/AIDS

(ii) Pengembangan Ilmu Kesejahteraan Keluarga

(c) Multisektoral, perang melawan epidemi dan pandemi HIV/AIDS bukan berarti menyerang penderita HIV/AIDS. Ini bukan masalah kesehatan saja, akan tetapi masalah pendidikan, agama, lingkungan hidup, kebudayaan, kesejahteraan, dll. Kegiatan multi-sektoral ini haruslah terkoordinasi dengan baik, serasi dan sinergis dan sesegera mungkin.

 

4. Prinsip Penyelesaian

4.1. Disebabkan sikap hidup dengan pergaulan bebas merubah hubungan wajar menjadi hubungan yang janggal berupa homoseks dan lesbian. Ini merupakan sebab penularan HIV/AIDS. Hubungan ketidakwajaran itu di anggap biasa dan lenyapnya suara batin (Roma 1:26-27 , ayat 26b-27a). Kencan berganti-ganti pasangan, juga rentan terhadap HIV/AIDS.

4.2. Mengatasi kecenderungan ini perlu sikap pemahaman berikut ini :

(a) Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan untuk menjadikan kesatuan mereka selaku suami-istri (monogami). Kesatuan yang dikehendaki Tuhan, tidak hanya menyangkut seksualitas, tetapi mencakup kepribadian dan kehidupan keduanya,

(b) HIV/AIDS berupa penyakit sosial karena hubungan seksual yang tidak bertanggungjawab, dapat disebut sebagai koreksi dari Tuhan, supaya manusia sadar akan kekeliruannya lalu memperbaiki baik hubungan dengan sesama, khususnya dalam hubungan intim dan menjaga tubuhnya yang adalah pemberian Tuhan.

4.3. Memberikan pemahaman kepada warga gereja tentang kehidupan seksualitas yang Allah kehendaki, berdasarkan Kidung Agung 1 dan Kidung Agung 2 bahwa :

(a) Seks diciptakan Allah demi kebaikan, sukacita dan pembentukan,

(b) Perkawinan sebagai lembaga yang direstui Allah guna ekspresi diri seks sehidup-semati yang unik,

(c) Penggunaan seks yang benar guna peningkatan akal budi (Amsal 6:32)

(d) Kerahasiaan, kesucian seks suami istri wajib di junjung tinggi (Efesus 5:31-32, 1 Korintus 6:16-17), Keintiman total dari hubungan perkawinan (Kejadian 2:23-25),

(e) Kesimpulan tentang seks (Ibrani 13:4) dan kehidupan seks tidak dijadikan alat kelaliman antara suami istri (Roma 6:12-18)

4.4. Penderita AIDS tidak boleh dikucilkan, namun tetap waspada terhadap penderita AIDS dan peralatan medis agar tidak tercemar virus HIV.

 

5. Petunjuk Pelaksanaan

5.1. Prinsip-prinsip yang berlaku atas seksual pasangan suami istri :

5.2. Kasih Kristiani, utamakan memberi, saling menerima demi kelegaan dan kelugasan lahir batin suami istri.

5.3. Lemah Lembut, menunjukkan pandangan bahwa Allah sumber pemenuhan harapan dan kepuasan dalam saling mengasihi, berdampingan menghadapi kesulitan apapun.

5.4. Komunikasi, berdasarkan kasih dan kelemah lembutan, suami istri yang setia berkomunikasi menghasilkan banyak temuan, meniadakan luka hati dan ketakutan, meraih keberhasilan.

5.5. Kemurnian, kehidupan seksual suami istri patut di jaga agar bebas dari segala yang mencemarkan.

5.6. Kepekaan, suami maupun istri selalu sensitif terhadap kebutuhan dan keinginan pasangannya, tenggang rasa dan perhatian besar terhadap setiap aspek perkawinan, adalah sumbangan bagi keberhasilan perkawinan.

5.7. Penguasaan diri, kesanggupan mengontrol keinginan-keinginan akan memberikan kebebasan dan kepuasan yang lebih besar.

5.8. Persiapan, tiap peristiwa penting perlu dipersiapkan dengan seksama, mencakup perhatian, kebersihan, sikap postif, hati nurani yang murni, perbaiki kebiasaan-kebiasaan pribadi suami istri.

5.9. Pendidikan seks bagi anak-anak :

(a) Buatlah agar anak bersikap terbuka terhadap orang tua,

(b) Kembangkan konsep-konsep dan nilai-nilai serta sikap berdasarkan Alkitab sepanjang sosialisasi nilai-nilai,

(c) Waspada agar tidak memancing rasa ingin tahu dan minat berlebihan yang belum saatnya,

(d) Tanamkan nilai kepantasan dan jangan terlampau menekankan pengetahuan faktual tentang seks itu sendiri.

 
Baner
Hakcipta © 2014 .. Semua Hak Dilindungi.
Joomla! adalah perangkat lunak gratis yang dirilis dibawah lisensi GNU/GPL.